Pertanyaan 'kapan waktu yang tepat untuk membeli saham dan emas?' adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang yang diinisiasi oleh Donald Trump. Jawabannya tidak sesederhana yang banyak orang kira.
Dari perspektif historis, waktu terbaik untuk membeli adalah saat orang lain takut. Seperti kata Warren Buffett: 'Be fearful when others are greedy, and greedy when others are fearful.' Saat krisis, harga aset tertekan di bawah nilai fundamentalnya, menciptakan peluang bagi investor yang sabar.
Namun, strategi yang lebih praktis dan terbukti efektif adalah dollar-cost averaging (DCA) — berinvestasi jumlah tetap secara berkala tanpa peduli kondisi pasar. Riset menunjukkan bahwa DCA menghasilkan return yang mendekati atau bahkan mengalahkan strategi market timing bagi sebagian besar investor retail.
Untuk saham Indonesia, indikator yang perlu diperhatikan: IHSG yang turun lebih dari 20% dari puncak (bear market territory), P/E ratio IHSG di bawah rata-rata historis 15-17x, dan yield obligasi pemerintah yang menarik di atas 7%. Untuk emas, perhatikan rasio emas terhadap inflasi CPI dan pola pembelian bank sentral global. Yang terpenting, pastikan Anda memiliki dana darurat sebelum berinvestasi dan hanya gunakan uang yang tidak Anda butuhkan dalam 5+ tahun.


